Wednesday
KEIMANAN KEPADA ALLAH
Keimanan yang pertama sekali dituntut bagi seorang muslim pada rukun iman yang ke-enam. Beriman kepada Allah, tidak cukup dengan sekadar mengakui bahawa Allah Sang Pencipta dan Pemberi rezeki, kerana kaum musyrikin pada zaman nabi telah mengakui ini, sebagaimana dalam firman-Nya yang bermaksud;
“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, nescaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”(QS. Az-Zukhruf[43]:9)
1. Keimanan kepada wujudullah (adanya Allah ta’ala)
Kewujudan Allah subhanahu wa ta’ala jelas nyata, baik secara fitrah, akal, syar’i dan secara indrawi.
Secara fitrah, setiap makhluk percaya adanya Dzat yang menciptakan tanpa harus berfikir atau belajar terlebih dahulu. Jika tidak percaya dengan fitrahnya, ini terjadi kerana ada sesuatu telah memasuki hatinya dan memalingkan fitrah tersebut. Rasulullah bersabda, “setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, lalu orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.” (HR Bukhari dan Muslim)
Secara akal, kita mengetahui tidak mungkin sesuatu ada tanpa ada yang menciptakan dan kita juga mengetahui kita tidak menciptakan diri kita sendiri. Maka jelas ada Dzat yang menciptakan, dan Dia-lah Allah tabaroka wata’ala.
Ada dalil secara syar’i, seluruh kitab samawi membahas tentang adanya Allah ta’ala. Ada ayat2 yang berisi hukum2 untuk makhluk menunjukkan bahawa allah maha bijaksana lagi maha mengetahui apa yang manfaat pada makhluknya. Dan ayat2 yang berisi khobar kauniyah dapat kita lihat peristiwa yang dikhabarkan tersebut, dan ini menunjukkan bahawa Allah Maha Kuasa untuk mewujudkan peristiwa yang telah diberitakan-Nya.
2. keimanan kepada sifat rububiyah Allah ta’ala.
Keimanan bahawa hanya Allah Rabb semesta alam dan tidak ada satu pun sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya-Lah hak untuk mencipta, menguasai, dan memerintah. Tidak ada seorang pun yang mengingkari sifat rububiyah Allah ini kecuali orang yang sombong dan bongkak dengan perkataan mereka sendiri.
Ketahuilah! keimanan pada sifat rububiyah Allah telah diakui oleh kaum musyrikin pada zaman Nabi Muhammad , sebagaimana dalam firmannya yang bermaksud, Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: Maka apakah kamu tidak ingat?” katakanlah: “siapakah yang empunya langit yang tujuh dan yang empunya ‘arsy yang besar?” mereka akan menjawab: kepunyaan allah.” Katakanlah: “maka apakah kamu tidak bertakwa?” katakanlah: “siapakah yang berada di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi darinya, jika kamu mengetahui?” mereka akan menjawab: “kepunyaan allah.” Katakanlah: “maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS. Al muminun [23]:84-89)
3. keimanan kepada sifat uluhiyah Allah ta’ala
Beriman bahawa hanya Allah-lah yang berhak disembah dan tidak ada satu pun sekutu bagi-Nya. Allah ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah [2]: 163)
Dakwah pada sifat uluhiyah inilah yang ditolak oleh kaum musyrikin kerana mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah ta’ala yang mereka meminta pertolongan dan memberikan pengorbananan pada sembahan-sembahan mereka. Allah subhanahu wa ta’ala membatilkan perbuatan kaum musyrikin dan orang-orang yang membuat sekutu-sekutu bagi Allah ta’ala dengan dua dalil secara akal,
1. Sembahan mereka tidak memiliki kekhususan dari sifat-sifat uluhiyah Allah, mereka tidak menciptakan tetapi diciptakan, mereka tidak dapat memberi manfaat, tidak dapat menolak bala dan sifat-sifat yang tidak mungkin dapat dimiliki selain Allah ta’ala.
2. Sesungguhnya kaum musyrikin mengakui bahawa Allah ta’ala adalah satu-satunya Pencipta (pengakuan pada sifat rububiyah Allah). Maka pengakuan mereka tersebut seharusnya melazimkan bagi mereka untuk tidak menyekutukan Allah dalam perkara uluhiyah Allah.
4. Keimanan dengan nama dan sifat-sifat Allah ta’ala.
Wajib beriman dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala iaitu nama-nama dan sifat-sifat yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan tanpa melakukan tahrif, ta’thil, takyif, tamtsil dan tafwidh. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-A’raaf, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raaf [7]: 180)
Ketahuilah! Penetapan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah tabaroka wa ta’ala tidak melazimkan kita melakukan penyerupaan atau menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Maha suci Allah dari segala penyerupaan tersebut. Allah telah menyatakan dalam firman-Nya, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy-Syuura [42]: 11)
Dengan keimanan yang benar pada Allah subhanahu wa ta’ala, maka akan memperbaiki ketauhidanmu kepada Allah ta’ala iaitu dengan tidak menyembah selain dari Nya, menyempurnakan kecintaanmu pada Allah serta memperbaiki amal ibadahmu dengan apa yang diperintahkan oleh Allah ta’ala dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Semoga engkau kini memahami dengan makna yang benar dari pernyataan, “Aku beriman kepada Allah”. Berimanlah kepada Allah ta’ala secara utuh! Janganlah engkau tinggalkan salah satu dari empat unsur keimanan pada Allah ini. Jika engkau tinggalkan unsur pertama, maka engkau termasuk orang-orang sombong yang membohongi dirimu sendiri. Jika engkau tinggalkan unsur kedua, maka engkau tidak lebih baik dari kaum musyrikin pada masa Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Jika engkau tinggalkan unsur ketiga, maka engkau akan terjerumus dalam perbuatan syirik yang Allah ta’ala tidak akan mengampunimu sebelum engkau bertaubat. Jika engkau tinggalkan unsur keempat, maka engkau telah mengingkari apa yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya.
“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, nescaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”(QS. Az-Zukhruf[43]:9)
1. Keimanan kepada wujudullah (adanya Allah ta’ala)
Kewujudan Allah subhanahu wa ta’ala jelas nyata, baik secara fitrah, akal, syar’i dan secara indrawi.
Secara fitrah, setiap makhluk percaya adanya Dzat yang menciptakan tanpa harus berfikir atau belajar terlebih dahulu. Jika tidak percaya dengan fitrahnya, ini terjadi kerana ada sesuatu telah memasuki hatinya dan memalingkan fitrah tersebut. Rasulullah bersabda, “setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, lalu orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.” (HR Bukhari dan Muslim)
Secara akal, kita mengetahui tidak mungkin sesuatu ada tanpa ada yang menciptakan dan kita juga mengetahui kita tidak menciptakan diri kita sendiri. Maka jelas ada Dzat yang menciptakan, dan Dia-lah Allah tabaroka wata’ala.
Ada dalil secara syar’i, seluruh kitab samawi membahas tentang adanya Allah ta’ala. Ada ayat2 yang berisi hukum2 untuk makhluk menunjukkan bahawa allah maha bijaksana lagi maha mengetahui apa yang manfaat pada makhluknya. Dan ayat2 yang berisi khobar kauniyah dapat kita lihat peristiwa yang dikhabarkan tersebut, dan ini menunjukkan bahawa Allah Maha Kuasa untuk mewujudkan peristiwa yang telah diberitakan-Nya.
2. keimanan kepada sifat rububiyah Allah ta’ala.
Keimanan bahawa hanya Allah Rabb semesta alam dan tidak ada satu pun sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya-Lah hak untuk mencipta, menguasai, dan memerintah. Tidak ada seorang pun yang mengingkari sifat rububiyah Allah ini kecuali orang yang sombong dan bongkak dengan perkataan mereka sendiri.
Ketahuilah! keimanan pada sifat rububiyah Allah telah diakui oleh kaum musyrikin pada zaman Nabi Muhammad , sebagaimana dalam firmannya yang bermaksud, Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: Maka apakah kamu tidak ingat?” katakanlah: “siapakah yang empunya langit yang tujuh dan yang empunya ‘arsy yang besar?” mereka akan menjawab: kepunyaan allah.” Katakanlah: “maka apakah kamu tidak bertakwa?” katakanlah: “siapakah yang berada di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi darinya, jika kamu mengetahui?” mereka akan menjawab: “kepunyaan allah.” Katakanlah: “maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS. Al muminun [23]:84-89)
3. keimanan kepada sifat uluhiyah Allah ta’ala
Beriman bahawa hanya Allah-lah yang berhak disembah dan tidak ada satu pun sekutu bagi-Nya. Allah ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah [2]: 163)
Dakwah pada sifat uluhiyah inilah yang ditolak oleh kaum musyrikin kerana mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah ta’ala yang mereka meminta pertolongan dan memberikan pengorbananan pada sembahan-sembahan mereka. Allah subhanahu wa ta’ala membatilkan perbuatan kaum musyrikin dan orang-orang yang membuat sekutu-sekutu bagi Allah ta’ala dengan dua dalil secara akal,
1. Sembahan mereka tidak memiliki kekhususan dari sifat-sifat uluhiyah Allah, mereka tidak menciptakan tetapi diciptakan, mereka tidak dapat memberi manfaat, tidak dapat menolak bala dan sifat-sifat yang tidak mungkin dapat dimiliki selain Allah ta’ala.
2. Sesungguhnya kaum musyrikin mengakui bahawa Allah ta’ala adalah satu-satunya Pencipta (pengakuan pada sifat rububiyah Allah). Maka pengakuan mereka tersebut seharusnya melazimkan bagi mereka untuk tidak menyekutukan Allah dalam perkara uluhiyah Allah.
4. Keimanan dengan nama dan sifat-sifat Allah ta’ala.
Wajib beriman dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala iaitu nama-nama dan sifat-sifat yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan tanpa melakukan tahrif, ta’thil, takyif, tamtsil dan tafwidh. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-A’raaf, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raaf [7]: 180)
Ketahuilah! Penetapan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah tabaroka wa ta’ala tidak melazimkan kita melakukan penyerupaan atau menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Maha suci Allah dari segala penyerupaan tersebut. Allah telah menyatakan dalam firman-Nya, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy-Syuura [42]: 11)
Dengan keimanan yang benar pada Allah subhanahu wa ta’ala, maka akan memperbaiki ketauhidanmu kepada Allah ta’ala iaitu dengan tidak menyembah selain dari Nya, menyempurnakan kecintaanmu pada Allah serta memperbaiki amal ibadahmu dengan apa yang diperintahkan oleh Allah ta’ala dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Semoga engkau kini memahami dengan makna yang benar dari pernyataan, “Aku beriman kepada Allah”. Berimanlah kepada Allah ta’ala secara utuh! Janganlah engkau tinggalkan salah satu dari empat unsur keimanan pada Allah ini. Jika engkau tinggalkan unsur pertama, maka engkau termasuk orang-orang sombong yang membohongi dirimu sendiri. Jika engkau tinggalkan unsur kedua, maka engkau tidak lebih baik dari kaum musyrikin pada masa Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Jika engkau tinggalkan unsur ketiga, maka engkau akan terjerumus dalam perbuatan syirik yang Allah ta’ala tidak akan mengampunimu sebelum engkau bertaubat. Jika engkau tinggalkan unsur keempat, maka engkau telah mengingkari apa yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya.
Saturday
Hari yg sgt membebankan...
hari ni ari mggu...slalunya aku akn mrayau2 d bandar..tapi mlgnya, ....................^...^^^.......^...........xdpt dselamatkan...awl pg lg da cuci keta...vakuumm...lepas smua tu, pnt la...xda smangat mo kuar ruma...mcm mo smbung tido pla...awal lg nih..baru 8.34am waktu tempatan...sungguh sunyi dan sepi pagi ini..
kejap...tidaaaak..ari ni aku mo jg tgk terminator salvation..
Friday
Mengapa Ppuan skg mudah ilang sabar????
6.08am papar...aku dlm pjlnn plg dr kk, skali ada la kunun ppuan ni...dia bawak kancil silver b'no plate=****** mgkin dia ingat keta dia mcm ni
...punya la dia bawak mcm taik ayam!!! dia mo mmotong konon, tp pnakut+tda ksabaran...hampehhhh, br ada lesen 'P' sda blagak...pdhl aku bwk time tu ok2 jg...just 80km/j, ok la tu mmndangkn ada lori d depan..skali dia p potong keta aku!!!
bkn aku sje nek hangin tp dia potong xkira tempat...di p potong dkt slekoh..klu d ikutkan, mmg bhy slekoh tu sbb kita xnmpk keta d lorong sblh yg btentangan..nahhh.. skali dia mmotong aku d selekoh itu, ada bas laju dtg dr arh btentangan..klm kabut dia msk depan aku!!!aku tpksa la HON!!!! sbb marah yg mndadak nih...dia msk pun brek mgejut! nsb bek la aku xtlggar...Teda akaal pny org!!! Hissshhh..maka xtentu la dia bw keta, (stlh mnyedari aku mrhhhh!!!) sbb aku 'cocok' blkg keta dia...dlm ketakutan, dia pecut, potong sana sini...aku pun biar la, sambil tsenyum GUMBIRA....
BIAR dia MAMPOOOOOSSS...
6.20am papar...masi lg 'OTW"' plg ni...dkt jln bukit, dpn aku ada sbuah lori besar...lbi bsr dr lori td tau!!!mcm ni huh!!!
d depan ada slekoh, tp klu mghala dr jln btentangan jln tu mmg la lurus...kbtulan time tu, lori dpn ni cuma bgerak 60km/j pastu mmecut dkt2 simpang...nah!!!
ada proton wira kaler merah(driver nurse), baru mo motong waja d dpn dia (driver llki tua yg mmg da brumur)...punya la mcm taik kerbau, dia p brani2 motong!!! pdhl dia da npk lori bsr dpn aku ni...(mgkin dia takut malu, so dia p motong ja la) tp yg bikin sakit ati aku!!!! dia motong pun lembab,smpai lori dpn aku tpksa brek mgejut gak!!!! nah...da dua kali aku kn dlm masa 1/2 jam shj!!! ish2.... d manakah tletaknya kesabaran mereka???ntah laaaa...aku pun xtau...klu la lori depan ni tiada perasaan belas kasihan...mmg da jd STATISTIK nurse tu...ntah2 aku pun tbabit!!!
6.20am papar...masi lg 'OTW"' plg ni...dkt jln bukit, dpn aku ada sbuah lori besar...lbi bsr dr lori td tau!!!mcm ni huh!!!
Jeng3x...
Akhirnya...Blog ku sangat meriah dan bwarna warni =P hebat jg layout ni...(mmuji diri la tu...)
Cayalah...
Thursday
Malangnya....
Subscribe to:
Posts (Atom)